TEKS IBADAH PRIBADI HARI MINGGU PRAPASKAH V
(didoakan secara pribadi pada kesempatan Minggu Prapaskah V, 28-29 Maret 2020)

 

 

Tanda Salib

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

Hening sejenak dan doa Tobat
• Tuhan Yesus Kristus, Engkau membangkitkan Lazarus sebagai bukti kuasa dan kemenangan-Mu atas kematian. Tuhan, kasihanilah kami.
• Engkau mengalahkan kematian, dan kini hidup mulia di sisi Bapa. Kristus, kasihanilah kami.
• Engkau memanggil kami untuk hidup berbahagia abadi di surga. Tuhan, kasihanilah kami.

Ya Allah yang mahakuasa berkenanlah mengasihaniku, mengampuni dosa-dosaku dan mengantarku ke hidup yang kekal.

Doa Pembuka

Allah, Bapa yang penuh kasih sayang, melalui Pembaptisan Engkau telah mengaruniakan Roh Kudus, pangkal kehidupan, kepada kami. Teguhkanlah kami dengan Sabda-Mu, agar kami semakin dikuasai oleh Roh Kudus dan hidup menurut kehendak-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa Allah sepanjang segala masa.

U : Amin.

MERENUNGKAN SABDA
(dibaca perlahan-lahan sambil diresapkan dalam hati)

BACAAN INJIL Yoh 11:3-7.17.20-27.33b-45

Akulah kebangkitan dan hidup.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:

Ketika Lazarus jatuh sakit, kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus, “Tuhan, dia yang Engkau kasihi sakit.” Mendengar kabar itu Yesus berkata, “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.” Yesus memang mengasihi Marta, kakaknya dan Lazarus. Namun, setelah didengarnya bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat Ia berada; tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya, “Mari kita kembali ke Yudea”. Ketika Yesus tiba di Betania, didapati-Nya Lazarus telah empat hari terbaring di dalam kubur. Betania itu tidak jauh dari Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya. Di situ banyak orang Yahudi telah datang untuk menghibur Marta dan Maria berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika Marta mendengar bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus, “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak akan mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.” Kata Yesus kepada Marta, “Saudaramu akan bangkit.” Kata Marta kepada-Nya, “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.” Jawab Yesus, “Akulah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati; dan setiap orang yang hidup serta percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” Jawab Marta, “Ya Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.” Ketika Yesus melihat Maria menangis, dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama Dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata, “Di manakah dia kamu baringkan?” Jawab mereka, “Tuhan, marilah dan lihatlah!” Maka menangislah Yesus. Kata orang-orang Yahudi, “Lihatlah, betapa besar kasih-Nya kepadanya!” Tetapi beberapa orang di antaranya berkata, “Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak mampukah Ia bertindak sehingga orang ini tidak mati?” Makin masygullah hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. Kata Yesus, “Angkatlah batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada Yesus, “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.” Jawab Yesus, “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?” Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata, “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku. Tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri mengelilingi Aku ini, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Sesudah berkata demikian berserulah Ia dengan suara keras, “Lazarus, marilah keluar!” Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan, dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka, “Bukalah kain-kain itu, dan biarkan ia pergi.” Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.

Demikianlah sabda Tuhan.

Doa “Aku Percaya” (bisa disambung dengan Doa Rosario)
Doa Mohon Perlindungan dari Allah atas merebaknya wabah penyakit

Allah Bapa Pemelihara,
kami bersyukur atas rahmat iman
yang Kautanamkan dalam diri kami;
atas kasih penyertaan-Mu dalam hidup kami.

Lihatlah dengan tatapan kasih-Mu
kami semua dan seluruh warga dunia yang sedang menghadapi wabah virus corona.
Lindungilah dan peliharalah kami senantiasa,
seluruh umat-Mu di Keuskupan Agung Semarang;
juga Bangsa Indonesia dan seluruh warga dunia.
agar segera terbebas dari wabah ini.
Anugerahkanlah kesembuhan bagi semua yang terjangkit,
berilah istirahat kekal kepada mereka yang berpulang dalam damai-Mu.

Dekaplah dalam kasih-Mu ya Bapa,
Para tenaga medis, Para Dokter, perawat, seluruh petugas kesehatan,
para peneliti bidang kesehatan, para saudara yang merawat pasien
agar mereka tabah dan tegar dalam upaya mereka membantu sesama.
Jagalah mereka dan seluruh sanak keluarganya, agar tetap sehat dan aman sentausa

Tuntunlah para pemimpin bangsa-bangsa,
agar mampu mengambil langkah-langkah yang bijaksana dan efektif
dan berhasil melibatkan seluruh warga masyarakat
untuk bersatu padu mengambil sikap yang tepat.

Tuntunlah pula para gembala kami,
agar dapat menggembalakan umat-Mu dengan Roh Kebijaksanaan,
dan menuntun umat-Mu untuk semakin berserah diri kepada penyelenggaraan-Mu

Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami,
yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persekutuan Roh Kudus,
kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Santa Maria, Bunda Penolong, doakanlah kami,
Santo Yosep, Pelindung Gereja, doakanlah kami
Malaikat Agung Santo Mikael, Gabriel dan Rafael, doakanlah kami
Santo Sebastianus, doakanlah kami
Santo Rochus, doakanlah kami
Santo Carolus Borromeus, doakanlah kami,
Santo Antonius Agung, doakanlah kami,
Santo Quirinus, Doakanlah kami,
Santo Edmundus, doakanlah kami,
Santo Damianus, doakanlah kami,
Santa Dymphna, doakanlah kami,
Santo Eustakius, doakanlah kami
Dan para kudus Allah, pelindung dari wabah dan penyakit, doakanlah kami.

Doa “Bapa Kami” untuk persiapan Komuni Batin
Doa “Komuni Spiritual” (Komuni Batin)
Yesusku, aku percaya,
Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mencintai-Mu lebih dari segalanya,
dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam jiwaku.
Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku.
Seolah-olah Engkau telah datang,
Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu; jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin.

Dilanjutkan doa pribadi seperti setelah komuni sakramental
Allah, Bapa yang penuh kasih sayang kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau telah menunjukan kebesaran-Mu dengan membangkitkan Lazarus dari mati. Semoga pengalaman akan kebesaran-Mu ini membuat kami semakin mampu mengalahkan nafsu daging dengan kekuatan Roh dan menghalau dosa dan kematian dengan daya hidup-Mu sendiri, agar kelak kami boleh menikmati kehidupan abadi bersama Yesus. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.

Tanda salib penutup