Sumber : Situs Keuskupan Agung Semarang

RITUS PEMBUKA

Antifon Pembuka (bdk. Mzm. 43:1-2)

Berilah keadilan kepadaku, ya Allah, dan perjuangkanlah per­­karaku terhadap kaum yang tidak saleh. Luputkanlah aku dari penipu dan orang yang curang. Sebab Engkaulah Allahku dan kekuatanku.

 

Pengantar

I     Kematian: peristiwa yang pasti kita alami, namun tetap penuh misteri. Berabad-abad orang bergumul untuk meng­hadapinya walaupun juga sadar tidak bisa menolaknya bila memang sudah sampai pada waktunya. Namun, dalam Yesus kita memperoleh kesempatan untuk memberi makna baru akan saat itu yaitu kesempatan untuk meng­­alami cinta kasih Bapa yang lebih dalam. Kristus­lah yang membuat kita semua dimampukan untuk mengalami hal itu. Peristiwa Yesus yang mem­bangkitkan Lazarus beberapa hari sebelum pekan penderitaan-Nya dimulai, adalah pralambang ke­me­­nangan Yesus atas maut, dan bagi kita sekaligus tanda pengharapan akan jaminan hidup baru dalam Kristus.

 

Tobat

I     Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah memanggil kami untuk hidup bahagia dan kekal bersama Bapa di surga. Tuhan, kasihanilah kami.

U   Tuhan, kasihanilah kami.

I     Engkau telah membangkitkan Lazarus sebagai lam­bang ke­­menangan-Mu atas maut, dan tanda peng­harapan akan hidup kekal bagi kami. Kristus, kasihanilah kami.

U   Kristus, kasihanilah kami.

I     Engkau telah mengalahkan maut dan kini hidup di sisi Bapa. Tuhan, kasihanilah kami.

U   Tuhan, kasihanilah kami.

Madah Kemuliaan ditiadakan

 

Doa Pembuka 1

    Marilah kita berdoa. (hening sejenak)

Tuhan dan Allah kami, Putra-Mu telah menyerahkan diri-Nya sampai wafat karena kasih-Nya kepada kami. Kami mohon, semoga berkat bantuan-Mu, kami hidup dan ber­tindak penuh semangat dalam kasih yang sama. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.

U   Amin.

Doa Pembuka 2

    Marilah kita berdoa. (hening sejenak)

Allah Bapa kami, Putra-Mu telah mengalahkan kematian berkat wafat-Nya di kayu salib dan ber­kat kebangkitan-Nya, Ia memulihkan kehidupan kami. Kami mohon, semoga Roh-Mu tinggal di dalam diri kami dan membimbing kami menuju pada kehidupan yang baru. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.

U   Amin.

 

LITURGI SABDA

Bacaan Pertama (Yeh. 37:12–14)

Penglihatan ini menegaskan bahwa pemulihan Bangsa Israel segera digenapi. Hidup sejati akan diberikan kepada umat Israel. Mereka akan hidup kembali di Tanah Terjanji dengan penuh kegembiraan kendati keadaan hidup mereka se­karang ini kelihatan suram. Allah akan menghembuskan napas hidup-Nya, akan mencurahkan Roh-Nya kepada mereka sehingga mereka kembali dapat memuji dan mengabdi Allah.

L    Pembacaan dari Nubuat Yehezkiel:

Aku akan memberikan Roh-Ku kepadamu sehingga kamu hidup.

Beginilah Firman Tuhan Allah, ”Sungguh, Aku akan mem­buka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu dari da­lam­­­nya, hai umat-Ku. Dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan mem­bangkitkan kamu dari dalamnya. Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalam dirimu, sehingga kamu hidup kembali, dan Aku akan menempatkan kamu di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, Tuhan, yang mengatakannya dan membuatnya.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U   Syukur kepada Allah.

 

Mazmur Tanggapan (Mzm. 130:1-2.3-4.5.6b.7b-8; Ul:lh.7)

Ulangan: Pada Tuhan ada kasih setia dan penebusan ber­lim­pah.

Ayat:

  1. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian, kepada suara permohonanku.
  2. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, maka orang-orang akan bertakwa kepada-Mu.
  3. Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tu­han, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.
  4. Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali meng­adakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

 

Bacaan Kedua ( Rm. 8:8–11)

Santo Paulus menguraikan tipe manusia yang hidup menurut daging dan roh. Hidup menurut daging berarti memuaskan keinginan tabiat manusia berdosa. Sedangkan hidup menurut Roh berarti mencari dan tunduk pada bimbingan Roh serta memusatkan hidup pada hal-hal yang datang dari Allah. Mustahil mengikuti hukum daging dan pimpinan Roh pada saat yang bersamaan. Mereka yang mencintai hal-hal yang dari Allah dalam hidup dapat mengharapkan hidup kekal dari Allah.

L    Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:

Roh Allah yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati diam di dalam dirimu.

Saudara-saudara, mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, kalau Roh Allah memang tinggal di dalam dirimu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, maka ia bukanlah milik Kristus. Tetapi jika Kristus ada dalam dirimu, maka tubuhmu memang mati karena dosa, tetapi rohmu hidup karena kebenaran. Dan jika Roh Allah, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam dirimu, maka Ia yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana oleh Roh-Nya yang diam dalam dirimu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U   Syukur kepada Allah.

 

Bait Pengantar Injil (Yoh. 11:25a-26)

   Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

U   Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

S    Akulah kebangkitan dan hidup, sabda Tuhan; setiap orang yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selamanya.

U   Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

 

Bacaan Injil (Panjang) Yoh. 11:1–45

Peristiwa Lazarus yang hidup kembali dari kematian menegaskan bahwa Yesus berkuasa untuk memberikan kehidupan kekal sekalipun dalam dunia ini. Yesus berkuasa memindahkan pengikut-pengikut-Nya dari kekuasaan maut menuju pada kehidupan, dari kematian menuju keselamatan. Manusia tidak akan dikuasai oleh maut lagi. Penegasan ini diberikan karena pengikut-Nya, termasuk Marta dan Maria, akan mendambakan kehidupan kekal tidak percaya bahwa kehidupan kekal itu, kini telah dimulai dengan kedatangan Yesus. Yesus dapat memberi hidup kekal saat sekarang juga.

I     Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:

Akulah kebangkitan dan hidup.

Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. Maria adalah perempuan yang pernah me­minyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan me­nyekanya dengan rambutnya. Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perem­puan itu mengirim kabar kepada Yesus, ”Tuhan, dia yang Engkau kasihi sakit.” Mendengar kabar itu Yesus berkata, ”Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.” Yesus memang mengasihi Marta, kakaknya dan Lazarus. Namun, setelah didengarnya bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat Ia berada; tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya, ”Mari kita kembali ke Yudea.” Murid-murid itu berkata kepada-Nya, ”Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau; ma­sih­­kah Engkau mau kembali ke sana?” Jawab Yesus, ”Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini. Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya.” Demi­kianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Yesus berkata ke­pada mereka, ”Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya.” Maka kata murid-murid itu kepada-Nya, ”Tuhan jikalau ia ter­tidur, ia akan sembuh.” Tetapi maksud Yesus ialah ter­tidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus ber­­kata tentang tertidur dalam arti biasa. Karena itu Yesus berkata dengan terus terang, ”Lazarus sudah mati. Tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah sekarang kita pergi kepadanya!” Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain, ”Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.” Ketika Yesus tiba di Betania, didapati-Nya Lazarus telah empat hari terbaring di dalam kubur. Betania itu tidak jauh dari Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya. Di situ banyak orang Yahudi telah datang untuk menghibur Marta dan Maria berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika Marta mendengar bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus, ”Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak akan mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.” Kata Yesus kepada Marta, ”Saudaramu akan bangkit.” Kata Marta ke­pada-Nya, ”Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.” Jawab Yesus, ”Aku­lah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati; dan setiap orang yang hidup serta percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” Jawab Marta, ”Ya Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.” Sesudah berkata demikian, Marta pergi memanggil saudarinya, Maria, dan berbisik kepadanya, ”Guru ada di sana, dan Ia memanggil engkau.” Mendengar itu, Maria segera bangkit, lalu pergi mendapatkan Yesus. Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung. Ia masih berada di tempat Marta men­jumpai-Nya. Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama Maria di rumah itu untuk menghiburnya melihat Maria tiba-tiba bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah Maria di depan kaki Yesus dan berkata kepada-Nya, ”Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.” Ketika Yesus melihat Maria menangis, dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama Dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata, ”Di manakah dia kamu baringkan?” Jawab mereka, ”Tuhan, marilah dan lihatlah!” Maka me­nangis­lah Yesus. Kata orang-orang Yahudi, ”Lihatlah, be­tapa besar kasih-Nya kepadanya!” Tetapi beberapa orang di antaranya berkata, ”Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak mampukah Ia bertindak sehingga orang ini tidak mati?” Makin masygullah hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. Kata Yesus, ”Angkatlah batu itu!” Marta, saudari orang yang meninggal itu, berkata kepada Yesus, ”Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.” Jawab Yesus, ”Bu­kan­kah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau eng­kau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?” Maka mereka meng­angkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata, ”Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku. Tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri mengelilingi Aku ini, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Eng­kaulah yang telah meng­utus Aku.” Sesudah berkata demikian berserulah Ia dengan suara keras, ”Lazarus, marilah keluar!” Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan, dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka, ”Bukalah kain-kain itu, dan biarkan ia pergi.” Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.

Inilah Injil Tuhan kita!

U   Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

 

Bacaan Injil (Singkat) Yoh. 11:3-7.17.20-27.33b-45

    Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:

Akulah kebangkitan dan hidup.

Ketika Lazarus jatuh sakit, kedua saudaranya Maria dan Marta, mengirim kabar kepada Yesus, ”Tuhan, dia yang Engkau kasihi sakit.” Mendengar kabar itu Yesus berkata, ”Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimulia­kan.” Yesus memang mengasihi Marta, kakaknya dan Lazarus. Namun, setelah didengarnya bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat Ia berada; tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya, ”Mari kita kembali ke Yudea.” Ketika Yesus tiba di Betania, didapati-Nya Lazarus telah empat hari terbaring di dalam kubur. Ketika Marta mendengar bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus, ”Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak akan mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.” Kata Yesus kepada Marta, ”Saudaramu akan bangkit.” Kata Marta ke­pada-Nya, ”Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.” Jawab Yesus, ”Aku­lah kebangkitan dan hidup. Ba­rang­­siapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walau­pun sudah mati; dan setiap orang yang hidup serta percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” Jawab Marta, ”Ya Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.” Kemudian, ketika melihat Maria menangis, Yesus sangat terharu dan berkata, ”Di manakah dia kamu baringkan?” Jawab mereka, ”Tuhan, marilah dan lihatlah!” Maka menangislah Yesus. Kata orang-orang Yahudi, ”Lihatlah, betapa besar kasih-Nya kepadanya!” Tetapi beberapa orang di antaranya ber­kata, ”Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak mampukah Ia bertindak sehingga orang ini tidak mati?” Makin masy­gul­lah hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. Kata Yesus, ”Angkatlah batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada Yesus, ”Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.” Jawab Yesus, ”Bu­kankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?” Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata, ”Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri mengelilingi Aku ini, Aku me­ngata­kannya, supaya mereka percaya, bahwa Eng­kaulah yang telah mengutus Aku.” Sesudah berkata demikian berserulah Yesus dengan suara keras, ”Lazarus, marilah keluar!” Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan, dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka, ”Bukalah kain-kain itu, dan biarkan ia pergi.” Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.

Inilah Injil Tuhan kita!

U   Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

 

Homili
Syahadat

 

Doa Umat

I     Yesus bersabda, ”Akulah kebangkitan dan kehidup­an. Yang percaya kepada-Ku akan hidup, sekalipun sudah mati”. Marilah kita berdoa kepada Bapa dengan pengantaraan-Nya.

L    Bagi Gereja Allah.

Ya Bapa, doronglah Gereja-Mu agar tak henti-henti­nya me­wartakan kabar kebangkitan Kristus dan kebangkitan kami semua.

U   Bimbinglah umat-Mu untuk semakin giat mewarta­kan cinta kasih-Mu bagi seluruh alam semesta.

   Bagi para bangsa.

Ya Bapa, terangilah para bangsa dengan sinar ke­muliaan kebangkitan Putra-Mu.

U   Agar para bangsa memandang masa depan dengan wajah cerah dan penuh harapan.

L    Bagi orang sakit dan cacat.

Ya Bapa, berilah pengertian kepada para sakit dan cacat, bahwa kesulitan-kesulitan mereka akan berlalu dan kelak menerima hidup baru karena telah mati dan bangkit ber­sama Kristus.

U   Dan buatlah kami selalu memiliki hati yang penuh kasih kepada mereka sebagai teman seperjalanan dalam mengikuti jalan salib keselamatan Kristus.

L    Bagi kita yang berkumpul dan percaya akan Sabda Allah.

Ya Bapa, himpunlah kami selalu dalam nama Yesus Kristus Putra-Mu yang terkasih.

U   Semoga kami pun dengan giat berjuang melak­sanakan panggilan perutusan kami dengan sepenuh hati sesuai dengan kehendak-Mu.

    Allah Bapa kami, bantulah kami untuk semakin bertumbuh dalam iman kami kepada-Mu. Berikanlah kepada kami Roh Kristus, agar dalam segala keadaan hidup kami selalu tetap melaksanakan kehendak-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

U   Amin.

 

LITURGI EKARISTI

Doa Persiapan Persembahan 1

I     Allah Yang Mahakuasa, kabulkanlah doa-doa kami, hamba-hamba-Mu, yang telah Engkau terangi de­ngan ajaran iman kristiani. Murnikanlah pula kami dengan daya kurban ini. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U   Amin.

Doa Persiapan Persembahan 2

    Allah Bapa kami, Putra-Mu telah mengorbankan diri-Nya bagaikan roti yang terpecah dan anggur yang tercurah bagi kami. Kami mohon terimalah persembahan roti dan anggur yang kami hunjukkan sebagai kenangan atas pengorbanan Putra-Mu bagi kami. Dialah Tuhan dan Pengantara kami.

U   Amin.

 

Prefasi (Tentang Lazarus)

Apabila tidak dibacakan Injil tentang Lazarus, dipakai Prefasi Prapaskah I atau II

I     Sungguh layak dan sepantasnya, bahwa kami selalu dan di mana pun, bersyukur kepada-Mu, Tuhan, Bapa yang kudus, Allah Yang Mahakuasa dan kekal: dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Sebab, sebagai manusia sejati, Ia me­ratapi Lazarus sahabat-Nya, dan sebagai Allah yang kekal, Ia membangkitkan dia dari kubur. Tergerak oleh belas kasih kepada bangsa manusia, Ia mengantar kami kepada kehidupan baru, lewat perayaan misteri kudus.

Melalui Dia, laskar para Malaikat menyembah keagungan-Mu sambil menikmati sukacita abadi di hadapan-Mu. Kami mohon, perkenankanlah kami pun memadukan suara dan dengan penuh sukacita bernyanyi/berseru:

  Kudus, kudus, kuduslah Tuhan …

 

Antifon Komuni

Jika dibacakan Injil tentang Lazarus:  Yoh. 11:26

*     Setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku tidak akan mati selama-lamanya, Sabda Tuhan.

Jika dibacakan Injil tentang perempuan berzinah: Yoh. 8:10-11

*     Tidak adakah seorang pun yang menghukum engkau? Tidak ada, Tuan. Aku pun tidak menghukum engkau: mulai sekarang jangan berbuat dosa lagi.

Jika dibacakan Injil lain:  Yoh. 12:24

*     Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Jika biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja. Tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

 

Doa sesudah Komuni 1

I     Marilah kita berdoa.

Ya Allah Yang Mahakuasa, kami telah menyambut Tubuh dan Darah Putra-Mu. Maka kami mohon, semoga kami se­nantiasa diterima sebagai anggota Tubuh Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.

U   Amin.

Doa sesudah Komuni 2

I     Marilah kita berdoa.

Ya Allah, sumber kehidupan yang sejati, kami bersyukur karena kehadiran Yesus Kristus, Putra-Mu. Kami mohon, semoga Ia sungguh menjadi santapan jiwa yang menguatkan kami untuk ber­ziarah menuju kepada-Mu. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami.

U   Amin.

RITUS PENUTUP