1. MINGGU PALMA
a. Bila memungkinkan, umat dapat mempersiapkan DAUN PALMA di rumah masing-masing.
b. Saat ritus pemberkatan dalam misa, imam memberkati daun palma di meja, lalu umat yang mengikuti siaran streaming boleh mengangkat daun palmanya masing masing atau tetap meletakknya di meja.
c. Apabila keadaan sudah normal, pemberkatan daun palma dan perecikan dengan air suci dimungkinkan

2. KAMIS PUTIH:
a. Pembasuhan kaki ditiadakan dan diganti dengan saat hening beberapa saat untuk merenungkan kasih Tuhan.
b. Perarakan Sakramen Mahakudus diganti dengan Adorasi Online.
c. Sakramen Mahakudus dalam ditahtakan di altar dengan MONSTRANS sesudah DOA SESUDAH KOMUNI. Didahului Adorasi singkat dengan Tantum Argo, lalu umat diberkati dengan Sakramen Mahakudus tersebut. Sesudahnya umat bisa membuat renungan pribadi dengan membaca Injil Yohanes 13-17 dan doa lain.

3. JUMAT AGUNG
a. Passio didaraskan. Penghormatan salib dilakukan di depan altar.
b. Imam mengangkat salib dan umat menghormatinya dalam keheningan.
c. Doa meriah didaraskan.

4. MALAM PASKAH
a. Upacara cahaya: Lilin paskah langsung dinyalakan dan dipasang di tempatnya. Umat juga langsung menyalakan lilinnya
masing-masing.
b. Eksultet boleh dinyanyikan sejauh memungkinkan
c. Pembaruan janji baptis dengan LILIN menyala. Umat, bila memungkinkan, bisa memegang lilin masing-masing yang
telah dipersiapkan.

5. MINGGU PASKAH
a. Ada pembaruan janji baptis seperti malam paskah. Lilin yang sebelumnya dinyalakan boleh dipakai kembali.
b. Tanpa percikan air.

CATATAN BAPA USKUP KAS:
Umat tidak perlu memaksakan diri untuk mengadakan benda-benda seperti: DAUN PALMA dan LILIN bila keadaan setempat tidak memungkinkan untuk menghindari kerumunan dan perjumpaan dengan orang banyak.

Sumber: https://kas.or.id/hari-minggu-palma-2020/