Menindaklanjuti Surat Gembala tentang peduli pendidikan, maka Keuskupan Agung Semarang mengadakan gerakan peduli pendidikan Rp. 2.000- -/ lebih (Sitik ora ditampik, akeh sangsaya pekoleh) per orang pada bulan Mei dan Oktober. Gerakan Rp. 2.000,- tersebut dimaksudkan :

  1. Menggugah kesadaran dan kepedulian umat akan pendidikan di Keuskupan Agung Semarang dan khususnya di Kevikepan Semarang. Gerakan ini diharapkan murni dari umat, maka dana yang terkumpul untuk gerakan peduli ini bukan berasal dari uang paroki atau pastoral tetapi sungguh-sungguh dari gerakan umat.
  2. Bentuk tanggung-jawab umat terhadap karya Gereja dalam bidang pendidikan. Beberapa sekolah tutup karena tidak memiliki murid, keterbatasan dana bagi pengembangan sekolah, minimnya kesejahteraan beberapa guru khususnya para guru honorer, menjadi keprihatinan Gereja Keuskupan Agung Semarang. Dengan gerakan Rp. 2.000,- ini diharapkan umat dapat membantu memecahkan sebagian persoalan-persoalan yang ada dalam dunia pendidikan khususnya kevikepan Semarang.
  3. Dana yang dikumpulkan dari gerakan Rp. 2.000,- ini akan digunakan untuk pemberdayaan peningkatan kualitas guru, pelatihan-pelatihan, membantu bea guru dengan ketentuan-ketentuan yang bersifat dinamis serta dalam batas-batas tertentu untuk dapat membantu sarana prasarana peralatan sekolah yang diperlukan oleh sekolah-sekolah di kevikepan Semarang yang sangat membutuhkan.

Prosedur pengelolaan dana yang masuk dari gerakan Rp. 2.000,-

  1. Pastor Paroki mensosialisasikan gerakan Rp. 2.000,- ini melalui ketua lingkungan, misa lingkungan ataupun melalui kotbah di Gereja.
  2. Ketua lingkungan mengumpulkan dan mencatat hasil gerakan Rp. 2.000,- itu dan mengumpulkannya ke sekretariat paroki paling lambat tanggal 10 Juni 2019.
  3. Sekretariat paroki mengirimkan hasil gerakan Rp. 2.000,- dari tiap lingkungan di parokinya dan mengirimkannya ke rekening – kevikepan, atau diserahkan langsung kepada sekretariat kevikepan.